Belakangan ini banyak sekali para sales yang mendatangi kantor tempatku bekerja untuk menawarkan kartu kredit, buku, atau pensiunan veteran yang minta sumbangan. Sebenarnya kasihan sih melihat perjuangan mereka mengetuk pintu ke pintu dan harus tetap memasang senyuman dalam kepenatan yg mereka alami.
Hoki kalo mereka mendapatkan orang yang bisa menanggapi mereka dengan baik, coba kalo dapat orang jutek yang belum apa apa sudah pasang wajah ga enak, kasihan skali mereka....
Demi bisa menyambung nyawa dan membeli makanan, mereka rela melakukan pekerjaan yang mungkin untuk sebagian orang tidak mengingininya. Tapi itulah hidup....
Aku banyak melihat orang2 di pesta atau acara2 tertentu,... di pesta yang tersaji makanan all you can eat, terkadang ada sebagian orang orang yang suka memanfaatkan situasi. Karena mereka pikir mereka bisa makan sepuasnya, makanya mereka ambil sebanyak2nya, tapi sayangnya perut mereka ga mampu menampung makanan yang mereka ambil dan akhirnya mereka harus membuangnya....
aku heran melihat orang orang seperti itu... harusnya mereka tau seberapa besar muatan dalam perut mereka. kenapa masih saja mereka mengambil makanan semau yang mereka inginkan, bkan yang mereka butuhkan.
Harusnya mereka mengambil sesuai porsi yang mereka memang sanggup untuk menghabiskannya...
Tidak kah mereka berpikir bahwa diluar sana masih banyak orang orang yang kelaparan yang membutuhkan makanan? kenapa ada makanan malah disia2kan dan akhirnya hanya menjadi sampah.... :(
Saya menyadari hal ini dan berniat untuk tidak membuang2 makanan sejak saya melihat sbuah dokumenter kehidupan orang orang yang kurang beruntung. mereka harus mengais2 sisa tulang dan makanan di restoran untuk dapat mereka makan supaya bisa bertahan hidup.
Andaikan kita bisa tidak menyisakan sampah bagi mereka, tapi dapat memberikan makanan yang layak bagi mereka, aku yakin pasti Tuhan juga akan memberkati kehidupan kita lebih lagi.
Percuma kita beribadah, tapi hal hal sepele semacam ini pun kita tidak dapat dipercayai.. makanan ada di depan kita malah kita sia2kan, bagaimana mungkin kita akan dipercayakan hal yang lebih lagi?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar